Ejakulasi dini merupakan kondisi seorang pria mencapai kepuasan dan ejakulasi lebih dini sedangkan pasangannya belum mencapai puncak kenikmatan, atau bahkan belum menyadarinya.

Menurut pakar seksologi dr. Boyke Dian Nugraha SPOG MARS ejakulasi dini dialami oleh 68 hingga 80 persen pria ketika berhubungan seks. Hal ini disampaikan dr Boyke ketika menjadi nara sumber dalam seminar anti Narkoba dan Reproduksi di SMA Negeri 4 Kota Palangka Raya pada Kamis 4 Oktober 2012.

Penyebab ejakulasi dini diantaranya adalah kondisi psikologis yang tertekan dan gugup serta memiliki bawaan mudah terangsang secara seksual.

Ejakulasi berbeda dengan gangguan ereksi, karena gangguan kedua ini berhubungan dengan menurunnya fungsi organ reproduksi, misal krena terserang diabetes serta karena tekanan psikologis yang berat.

Potensi ejakulasi dini meningkat pada pria yang tidak pernah atau jarang berolahraga, pria merokok , pria yang jadwal kerjanya tidak teratur dan sering bergadang.

“Seorang pria dikatakan ejakulasi dini kalau dalam melakukan hubungan seks, waktu kurang dari 3 menit. Paling bagus melakukan hubungan seks selama 5 menit, karena dalam waktu tersebut, 75-85 persen wanita sudah organsme. Tetapi 3 menit juga masih oke terhitung sejak masuk sampai keluar paling tidak 50 genjotan atau penetrasi itu sudah bagus,” ungkap dr Boyke seraya disahut gerr tawa peserta seminar.

Menurut dia, akibat ejakulasi dini akan berdampak pada masalah yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Salah satunya dalam urusan ranjang atau masalah hubungan intim. Hubungan intim memang bukan satu-satunya syarat terbinanya sebuah keluarga yang harmonis. Tapi bahwa termasuk bagian dari kunci keharmonisan dalam rumah tangga tidak bisa dipungkiri.

“Akibat dari ejakulasi dini timbul yang namanya perselingkuhan, karena si-wanita tidak puas saat berhubungan intim dengan suaminya atau tidak mengalami orgasme, yang membuat si-wanita mencari pria idaman lain, dan hal itu sering terjadi,” ungkapnya.

Boyke punya resep sederhana untuk mengatasi dan pencegah ejakulasi dini. Dia menyebut, pria yang menderita ejakulasi dini disarankan untuk banyak berolahraga, banyak makan-makanan mengandung zink, misalkan kerang.

Ejakulasi dini dapat disembuhkan dengan beberapa cara, salah satunya yang kini tengah marak dilakukan adalah menyembuhkannya dengan pengobatan alternatif.

Salah satu pakar dalam pengobatan alternatif ejakulasi dini adalah Ustadz Daris, beliau menggabungkan teknik pijat dengan ramuan tradisional yang didapatkan dan dipelajarinya dari Timur Tengah yang sudah terkenal. Beliau mempelajari teknik pengobatan alternatif ejakulasi dini saat bertugas di Lebanon sebagai bagian dari Pasukan Garuda, sebuah pasukan PBB yang membawa misi perdamaian.

Lebih jauh Boyke juga menyinggung soal hubungan seks normal. Menurut dia, hal tersebut tergantung umur manusia itu sendiri. Untuk umur 20-30 tahun maksimal 4 kali dalam satu minggu, 30-40 tahun satu minggu 3 kali, 40-50 tahun satu minggu 2 kali dan 50-60 tahun satu minggu satu hingga 2 kali melakukan hubungan seks.

Saat ditanya mengenai onani, dr Boyke mengungkapkan, banyak orang yang tidak bisa menahan hasrat lalu melakukan onani. Menurut dia, onani tidak akan mengganggu kesehatan selama masih dilakukan dalam batas kewajaran.

Artinya sesuai dengan siklus penuhnya testis atau penuhnya kantung sperma. Tiga hari sekali masih wajar, asal jangan tiga kali dalam sehari. Namun, lanjut dia, sebagian aliran berpendapat onani itu haram, misalkan mazhab Syafi’i yang mengatakan onani haram, namun bagi mazhab Maliki onani hukumnya makruh. (jpnn)

Pengobatan Alternatif Ejakulasi Dini
Pengobatan Alternatif Ejakulasi Dini